Total Tayangan Halaman

Sabtu, 11 Mei 2019

Kisi-kisi PAT IPS kelas 7

Kisi-kisi PAT IPS kelas 7 MTs Asih Putera

Materi ekonomi
  1. Penyebab kelangkaan dalam masalah ekonomi
  2. Kebutuhan berdasarkan intensitasnya, subjeknya
  3. Pengertian dan contoh dari: Barang bebas, barang ekonomis, barang subsitusi dan barang komplementer
  4. 3 kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi), pengertian dn tujuannya
  5. Macam-macam nilai guna barang
  6. Motif ekonomi
  7. Pengertian, hukum, dan kurva penawaran dan permintaan 
  8. Fungsi pasar 
  9. Pembagian jenis tenaga kerja
  10. Ciri manusia berjiwa wirausaha

Materi Penyebaran dan kerajaan Hindu Budaha di Indonesia
  1. Cara penyebaran Hindu Budha ke Indonesia
  2. Kasta di agama Hindu-Budha
  3. Kerajaan kutai, majapahit, tarumanegara (prasasti)

Materi Penyebaran Islam dan kerajaan Islam di Indonesia
  1. Sumber sejarah masuknya Islam ke Indonesia
  2. Kerajaan Islam di pulau Sumatera
  3. Kerajaan Demak, Gowa-Tallo
  4. Peninggalan kerajaan islam di Indonesia   



*rangkuman kerajaan hindu-budha ada di blog yuniaindonesia.blogspot.com

Senin, 29 April 2019

RANGKUMAN KELAS 7 : "KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA"

RINGKASAN KERAJAAN ISLAM
DI INDONESIA


A.    Masuknya Islam ke Indonesia

      Islam lahir di Jazirah Arab. Islam berkembang sampai ke Indonesia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat, sekitar abad ke-7 dan 8 M. Sumber sejarah masuknya Islam ke Indonesia :
1.     Abad 7 M : kronik dinasti Tang, dipantai Sumatera Utara (Barus) ada pemukiman pedagang Arab Islam.
2.     Abad 11 M : Makam Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik Jawa Timur.
3.     Abad 13 M : Makam Sultan Malik As Shaleh, catatan Marcopolo.
4.    Abad 14 M : Makam Muslim di Troloyo dan Trowulan
5.     Abad 15 M : Catatan Ma-Huan
6.    Abad 16 M : Suma Oriental dari Tome Pires (orang Portugis).

Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia :
1.     Perdagangan
2.     Perkawinan
3.     Pendidikan
4.    Dakwah/syiar
5.     Ajaran tasawuf
6.    Kesenian

Faktor pendorong Islam cepat berkembang di Indonesia :
1.     Syarat masuk Islam mudah
2.     Islam bersifat terbuka
3.     Tidak mengenal sistem kasta
4.    Disebarkan secara damai
5.     Upacara sedehana dan biaya murah
6.    Runtuhnya kerajaan majapahit
Peranan Wali Sanga :
1.     Sebagai penyebar agama Islam
2.     Pendukung berdirinya kerajaan Islam
3.     Penasehat raja
4.    Pendukung berkembangnya kebudayaan daerah yang disesuaikan dengan Islam.

Media Dakwah Wali Sanga :
1.     Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim).
Berkedudukan di Gresik Jatim. Media : pondok pesantren.
2.     Sunan Ampel ( Raden Rahmad)
berkedudukan : Ampel Denta Surabaya. Media : pondok pesantren.
3.     Sunan Bonang ( R. Makdum Ibrahim)
di Tuban jawa Timur. Media : Bonang, Gending ciptaan : gendhing Dharma.
4.    Sunan Giri ( R. Paku) di Giri dekat Gresik Jatim. Media : dolanan anak-anak, gendhing pucung dan asmaradhana.
5.     Sunan Drajat ( Syarifudin )
di Drajat, Lamongan, Jawa Timur
Media : Gamelan Jawa, gendhing pangkur.
6.    Sunan Kalijaga ( Jaka Said)
di Kadilangu, Demak, Jateng
Media : gending dhandhanggula, lukisan batik, wayang, bedhug dan kento ngan, baju taqwa.
7.     Sunan Kudus ( Jafar Shodiq )
Di Kudus, Jawa Tengah
Media : gendhing maskumambang dan mijil.
8.    Sunan Muria ( Raden Umar Said)
Di lereng Gunung Muria Jawa Tengah
Media : gamelan Jawa, gendhing sinom dan kinanti.
9.    Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Di Gunungjati, Cirebon, Jawa Barat
Media : Pondok pesantren.


B.    KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
1.      KERAJAAN SAMUDERA PASAI
Kerajaan Islam kedua di Indonesia setelah kerajaan Perlak.
a.     Letak : Aceh Utara (Kab. Loukseumawe)
b.    Sumber sejarah : berita Marcopolo 1292 M (Italia), catatan Ibnu Batuta 1345 M (Maroko).
c.     Raja-raja yang memerintah :
1)     Meurah Silu (Sultan Malik Al-Shaleh)
2)    Sultan Malik Al-Thahir
3)    Sultan Muhammad
d.    Ekonomi : tempat persinggahan kapal dagang, tempat pengumpulan rempah-rempah, penjualan emas.
e.    Penyebab runtuh :
1)    berdirinya kerajaan Malaka
2)    dikuasai Portugis

2.     KERAJAAN ACEH
a.     Letak : Aceh
b.    Sumber sejarah : kitab Bustanussalatin karya Nurrudin Ar-Raniri
c.     Raj-raja yang memerintah :
1)    Sultan Ali Mughayat Syah
2)    Sultan Iskandar Muda (masa kemajuan)
3)    Sultan Iskandar Thani
d.    Faktor pendukung perkembangan Aceh:
1)    Letak strategis
2)    Malaka jatuh ke tangan Portugis
3)    Memiliki komoditas ekspor
e.    Penyebab runtuhnya Aceh :
1)    Kekalahan Aceh melawan VOC
2)    Persaingan antara bangsawan dan ulama
3)    Persaingan antara penganut faham Syamsudin as Samatrani dengan Nurudin ar-Raniri
4)   Bawahan banyak yang melepaskan diri

3.     KERAJAAN DEMAK
a.     Letak : Demak, Jawa Tengah
b.    Faktor pendukung kebesaran Demak :
1) Runtuhnya Majapahit
2)       Bawahan Majapahit banyak yang bergabung ke Demak
3)       Menguasai jalur perdagangan di perairan Jawa
4)      Jatuhnya malaka ke tangan Portugis
5)       Didukung para Wali
c.     Raja-raja yang memerintah :
1)       Raden Patah
2)       Pati Unus (Pangeran Sabrang Lor) : mengusir Portugis di Malaka 1513 M tapi tidak berhasil
3)       Sultan Trenggana (masa kemajuan) : mengutus Fatahillah untuk merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan berhasil sehingga Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta 22 Juni 1527 M.
d.    Runtuhnya kerajaan :
Perebutan kekuasaan antara Arya Penangsang dengan Sunan Prawata
e.    Peninggalan :
1)       Masjid Agung Demak yang didirikan oleh para wali tahun 1478 Masehi
2)       Pintu Bledeg dibuat oleh Ki Ageng Selo (Syeh Abdurahman)
3)       Piring Campa dari Putri Campa ( Ibu Raden Patah)
4)      Bedug dan kentongan merupakan karya wali songo
5)       Soko Tatal tiang Masjid Agung Demak dibuat Sunan Kalijaga
6)      Dampar Kencono, yaitu tempat duduk para Sultan yang sekarang digunakan sebagai mimbar kotbah di Masjid Agung Demak

4.    KERAJAAN PAJANG
a.     Letak : Pajang, Jawa Tengah
b.    Raja-raja yang memerintah :
1)       Sultan Hadiwijaya
2)       Pangeran Benawa
c.     Penyebab runtuh : Pemberontakan dari Arya Pangiri

5.     KERAJAAN MATARAM ISLAM
a.     Letak : Kota Gede, Yogyakarta
b.    Raja-raja yang memerintah :
1)       Panembahan Senopati
2)       Sultan Anyakrawati
3)       Sultan Agung Hanyakrakusuma (masa kemajuan). Kebijakan Sultan Agung :
1.        menyatukan seluruh P.Jawa kecuali : Banten, Cirebon, Mataram
2.        mengusir VOC tahun 1628 dan 1629 M, namun gagal.
3.        membuat kalender Jawa
4.       memadukan unsur Islam dengan budaya Jawa
5.        meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertanian
6.       menulis kitab Sastra Gendhing
7.        wilayah kerajaan dibagi menjadi Kutagara, Negara Agung, Mancanegara, daerah Pesisiran.
4)      Amangkurat I :
Pengaruh Belanda mulai masuk dan
berkembang di Kerajaan Mataram.
Tahun 1755 Perjanjian Gianti yang isinya Mataram dibagi 2 menjadi :
a.        Kasultanan Yogyakarta (Pangeran Mangkubumi)
b.       Kasunanan Surakarta (Paku Buwono)
Tahun 1757 Perjanjian Salatiga.

6.    KERAJAAN CIREBON
a.     Letak : Cirebon Jawa Barat
b.    Pendiri kerajaan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati). Dia juga merupakan pendiri kerajaan Banten. Beliau juga sebagai salah satu anggota Walisanga, maka kedudukannya sangat dihormati.
c.     Raja-raja selanjutnya adalah Panembahan Ratu, Pangeran Girilaya.
d.    Penyebab runtuh :
Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dan Kanoman
e.    Peninggalan : Masjid Cirebon, Keraton Kasepuhan Cirebon

7.     KERAJAAN BANTEN
a.     Letak : Banten, Jawa Barat
b.    Raja-raja yang memerintah :
1)       Sultan Hasanudin. Banten melepaskan diri dari Demak.
2)       Panembahan Yusuf.
Berhasil meluaskan wilayah ke Pajajaran.
3)       Maulana Muhammad (Kanjeng Ratu Banten).
4)      Abu Mufakir.
Belanda mendarat di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman.
5)       Abu Ma’ali
6)      Sultan Ageng Tirtayasa
Zaman keemasan Banten diraih
.
c.     Penyebab runtuh :
Konflik antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan Sultan Haji (putranya) akibat politik adu domba Belanda.
d.    Peninggalan : Masjid Banten

8.    KERAJAAN MAKASAR (GOWA-TALLO)
a.     Letak : Sulawesi selatan. Pusat perdagangan (Ibu Kota) : Sombaopu
b.    Raja-Raja yang memerintah :
1)       Sultan Allaudin
2)       Sultan Muhammad Said
3)       Sultan Hasanudin (Ayam Jantan dari Timur)
Zaman Keemasan diraih. VOC berkali-kali menyerang Makasar selalu gagal. Makasar mulai terdesak setelah VOC bekerjasama dengan Aru Palaka (raja Bone). Akhirnya Hasanudin harus menandatangani Perjanjian Bongaya
.
4)      Mapasomba. Beliau juga menentang VOC, akan tetapi perjuangannya tidak berhasil karena VOC sudah memiliki benteng pertahanan yang kuat di Makasar. Akibatnya Makasar dapat dikalahkan.

9.       KERAJAAN TERNATE DAN TIDORE
a.        Letak : Maluku
b.       Kedua kerajaan ini selalu bersaing terutama dalam bidang perdagangan. Masing-masing kerajaan kemudian membuat persekutuan dagang, Ternate (Uli Lima) dengan anggota Obi, Bacan, Seram, Ambon sedang Tidore ( Uli Siwa) dengan anggota Jailolo, Makean, Halmahera dan pulau-pulau kecil sampai Papua.
c.        Raja Ternate :
1)       Zainal Abidin
2)       Sultan Tabariji
3)       Sultan Hairun.
Portugis berusaha memonopoli rempah-rempah. Sikap tersebut ditentang tegas oleh masyarakat Ternate. Portugis menggunakan siasat mengundang sultan Hairun ke benteng untuk berdamai, namun dengan liciknya Sultan Hairun dibunuh.
4)      Sultan Baabullah ( zaman keemasan)
Berhasil menyatukan seluruh rakyat Maluku dan berhasil mengusir Portugis dari maluku pada tahun 1575.
d.       Zaman keemasan Tidore : Sultan Nuku

C.       Peninggalan Kerajaan Islam
1.        Masjid. Ciri-ciri masjid di Indonesia :
1)       Masjid mempunyai denah bujur sangkar.
2)       Pada sisi barat terdapat bangunan yang menonjol untuk mihrab.
3)       Di kedua sisi masjid kadangkala ada serambi di atas pondasi yang agak tinggi.
4)      Atap masjid kebanyakan beratap tumpang.
5)       Halaman masjid dikelilingi pagar tembok dengan satu atau dua pintu gerbang.
6)      Di dalam masjid terdapat sokoguru.
7)       Di kiri atau kanan masjid terdapat menara sebagai tempat menyerukan panggilan shalat.
8)      Letak masjid tepat di tengah – tengah kota atau dekat dengan istana.
2.        Keraton
Contoh keraton adalah: Keraton Kasepuluhan dan Kanoman (Cirebon), Keraton Banten (Srosowan), Keraton Demak, Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, Keraton Samudera Pasai, dan Keraton Kasultanan Aceh.
3.     Batu Nisan
Nisan adalah tonggak pendek dari batu yang ditanam diataas gundukan tanah sebagai tanda kubur yang biasanya dipasang diujung utara dan selatan jirat. Di batu nisan juga terdapat tulisan kaligrafinya.
4.    Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni melukis indah. Seni kaligrafi berkembang mulai abad ke-16 ( ada juga yang menyebutkan abad 14 awal). Kaligrafi itu adalah berupa tulisan indah dalam bahasa Arab.
5.     Seni Sastra
1)       Hikayah, sebuah karya sastra berupa dongeng sebagai pelipur lara atau penyemangat. Salah satunya adalah Hikayah Amir Hamzah,
2)       Babad, adalah cerita sejarah berupa uraian yang disertai bukti dan fakta. Misalnya Babad Giyanti.
3)       Syair, merupakan puisi lama, terdiri empat baris per bait, dan bersajak sama. Syair antara lain adalah Syair Abdul Muluk.
4)      Suluk, ialah kitab yang menjelaskan tentang ilmu “tasawuf”. Suluk merupakan karya sastra islam tertua di Nusantara. Suluk Wujil adalah salah satu suluk yang terkenal.
6.    Seni Tari
Di beberapa daerah ada beberapa tarian yang bernafaskan Islam. Seperti permainan Debus di Minangkabau, Aceh.
7.     Seni Gamelan
Pada upacara peringatan hari besar Islam seperti Maulud Nabi Muhammad, SAW dibunyikan gamelan sekaten.

D.       Peninggalan Kerajaan Hindu-Budha

1.         Seni bangun
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Diantara candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat Candi Prambanan.
Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu yang didirikan abad ke VIII M. Candi ini terletak di desa Prambanan Sleman, Jogjakarta. Candi ini adalah candi Hindu. Fungsinya adalah sebagai tempat pemujaan (kuil).
Candi ini terdiri dari Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu. Bangunan candi yang tertinggi adalah yang di tengah yang bersifat Siwa. Pada ruangan candi kita menemukan arca Durga Mahisasuramardini. Arca ini juga dikenal juga dengan nama Roro Jongrang. Pada dinding candi Prambanan terdapat relief yang menggambarkan cerita Ramayana.
Selain candi Prambanan di Jawa Tengah masih terdapat candi Hindu di Jawa Tengah seperti candi Gedong Sango, percandian Dieng, Ratu Baka, Candi Kalasan dan sebagainya. Di Jawa Timur terdapat candi Singasari, candi Kidal, Candi Panataran, dan kompleks percandian di Trowulan Mojokerto.
Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan yang bersifat Budhis. Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan candi Muara takus di daerah Jambi. Di Jawa Tengah ada Stupa Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Bangunanbangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah. Sampai sekarang peninggalan-peninggalan tersebut masih dipergunakan oleh umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari Waisak.
Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam.
Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu sedangkan Stupa Borobudur bersifat Budha. Kedua monumen tersebut terletak di Jawa Tengah.

2.        Seni Rupa dan Seni Ukir
Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Relief ini dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding Studa Borobudur.

3.        Seni Sastra dan Aksara
Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara lain tentang tutur (pitutur : kitab keagamaan), wiracarita (kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang).
Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa kuno. Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari Indonesia).

4.       Sistem Kemasyarakatan
Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajad orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli Indonesia.

5.        Filsafat dan Sistem Kepercayaan
Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang dipuja.
Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat.


6.       Sistem Pemerintahan
Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem pemerintahan secara sederhana.
Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka, biasanya namanya ditambah “warman”.
Contoh: di Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya.
Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja.



Kisi-kisi PAT IPS kelas 7

Kisi-kisi PAT IPS kelas 7 MTs Asih Putera Materi ekonomi Penyebab kelangkaan dalam masalah ekonomi Kebutuhan berdasarkan intensitasn...